73599341

Ale Ikhwan Jumali

Berfikir dan berkarya besar. Sesederhana rinai embun yang sabar menunggu mentari pagi.

Latest Posts

Surat Terakhir, Yang juga mengakhiri kesemuan Kanda - Dinda

By 01.54 ,














Assalamu'alaykum.

Kepada yang selalu kuat dan menguatkan,
kepada yang tegas dan penuh keyakinan,
Kepada seseorang yang di suatu ketika kemudian aku memanggilnya, Dinda.

Dinda,
Tanpa alasan yang jelas, malamku begitu gelisah
Sampai menjelang sepertigamalam aku baru bisa tertidur,
Otakku membadai, tubuhku limbung.
Hingga pagi ini, hari dimana Allah mengangkat semua catatan 'amal kita dalam sepekan. di Hari Kamis yang penuh kesejahteraan. Aku berusaha menegakkan jasadku yang mulai kehilangan arah. Perasaan ini sudah keterlaluan, ia menyita separoh waktuku!

Dinda,
Selepas subuh, disela do'a - do'aku
Ku adukan kepada Allah semua keadaan ini.
Hingga akhirnya saya sampai pada satu kesimpulan:
Perasaan ini menjauhkanku denganNya.

Rejeki yang seharusnya bisa mengantarkan kita kepada ridho dan datangnya barokah dariNya, justru menggelayut memasung hati yang semakin alpha terhadap janji dan titah tuhanNya. Perasaan yang sama sama halal harus kemudian berantakan karena kita salah memanipulasinya. Iya benar, karena ia muncul dan mekar tidak pada waktunya.

Dinda,
Terimakasih telah menjadi jalan tarbiyah.
Kita menyepakati untuk mengembalikan semua rasa ini kepadaNya lagi, yang dengannya kita berharap ridho atas hati yang sempat terenggut cinta sejatinya.
Kepada Dzat yang menguasai semua perbendaharaan, kita mohon ampun.
Dengannya semoga Allah melapangkan semua proses tumbuh dan berkembangnya rasa, sehingga siap dan indah pada waktunya. Karena bukan dengan sesiapa, tapi bagaimana prosesnya. Karena tidak masalah nantinya, apakah pasangan itu adalah kita berdua atau masing - masing dengan yang lain.

Yogyakarta, 30 Januari 2013
[Tepat satu pekan selepas surat pertamaku datang, kepadamu]

Yang sedang meniti jalan cinta para pejuang
Kanda

You Might Also Like

0 komentar