73599341

Ale Ikhwan Jumali

Berfikir dan berkarya besar. Sesederhana rinai embun yang sabar menunggu mentari pagi.

Latest Posts

Ksatria Baitul Maqdis

By 23.58

Najmuddin Ayyub -penguasa Tikrit- belum menikah dalam waktu yg lama, maka bertanyalah saudaranya -Asaduddin Syerkuh- : "saudaraku kenapa kamu belum menikah?"

Najmuddin menjawab:"Aku belum mendapatkan yang cocok"

Asaduddin berkata: "maukah aku lamarkan seseorang untukmu?"

Dia berkata: "dengan siapa?". Ia menjawab: "dengan puteri Malik Syah -anak Sultan Muhammad bin Malik Syah- Raja bani Saljuk, atau puteri Nidzamul Malik -dulu menteri dari para menteri agung zaman Abbasiyah

Maka Najmuddin berkata: "mereka tidak cocok untukku", maka heranlah Asaduddin Syerkuh, ia berkata: "lantas siapa yang cocok bagimu?"

Najmuddin menjawab: "aku menginginkan istri yang shalihah yg bisa menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yang dia tarbiyah dengan baik hingga jadi pemuda dan ksatria yang akan mengembalikan baitul maqdis ke tangan kaum muslimin"

Waktu itu baitul maqdis dijajah oleh pasukan salib, dan Najmuddin masa itu tinggal di Tikrit Irak yang berjarak jauh, Tetapi hati dan pikirannya senantiasa terpaut dengan baitul maqdis. Impiannya adalah menikahi istri yg shalihah dan melahirkan ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis ke pangkuan kaum muslimin

Asaduddin tidak terlalu heran dengan ungkapan saudaranya, ia berkata: "dimana kamu bisa mendapatkan yg seperti ini?"

Najmuddin menjawab: "barangsiapa ikhlas niat karena Allah, akan Allah karuniakan pertolongan"

Suatu hari Najmuddin duduk bersama seorang Syaikh di masjid Tikrit dan berbincang-bincang. Datanglah seorang gadis memanggil Syaikh dari balik tirai, maka Syaikh tersebut minta izin Najmuddin untuk bicara dengan si gadis, Najmuddin mendengar Syaikh berkata padanya :
"Kenapa kau tolak utusan yg datang ke rumahmu untuk meminangmu?"

Gadis itu menjawab: "wahai Syaikh ia adalah sebaik-baik pemuda yg punya ketampanan dan kedudukan, tetapi ia tidak cocok untukku"

Syaikh berkata: "apa yg kau inginkan?" .

Gadis menjawab: "aku ingin seorang pemuda yg menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan darinya anak yg menjadi ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin

Allahu Akbar.. !
Kata-kata yg diucapkan Najmuddin kepada saudaranya, sama persis dengan kata-kata yg diucapkan gadis itu kepada Syaikh. Najmuddin menolak putri Sultan dan Menteri yg punya kecantikan dan kedudukan, dan begitu juga gadis itu menolak pemuda yg punya kedudukan dan ketampanan. Apa maksud ini semua? Karena keduanya menginginkan tangan yg bisa menggandeng ke surga dan melahirkan darinya ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin

Najmuddin berdiri dan memanggil sang Syaikh : "aku ingin menikah dengan gadis ini"

Syaikh menjawab: "dia gadis kampung yg miskin"

Najmuddin berkata: "ini yg aku inginkan, aku ingin istri shalihah yg menggandeng tanganku ke surga dan melahirkan anak yg dia didik jadi ksatria yg akan mengembalikan baitul maqdis kepada kaum muslimin"

"Diantara tanda-tanda kekuasaan-Nya Dia ciptakan dari jenis kalian sendiri pasangan² agar kalian merasa tenteram dengannya"

Maka Menikahlah Najmuddin Ayyub dengan gadis ini, dan benarlah bahwa barangsiapa berniat ikhlas akan Allah karuniakan pertolongan. Maka lahirlah putra Najmuddin yg menjadi ksatria yg mengembalikan baitul maqdis ke haribaan kaum muslimin, ia adalah .

SHALAHUDDIN AL AYYUBI

Inilah obsesi mereka dalam menikah, lantas apa obsesi kita dalam pernikahan kita?

[Dari Broadcast di WhatsApp]

You Might Also Like

0 komentar