73599341

Ale Ikhwan Jumali

Berfikir dan berkarya besar. Sesederhana rinai embun yang sabar menunggu mentari pagi.

Latest Posts

Wanita, Menjadilah Mulia di Hadapan Tuhan mu

By 01.32 ,

🌟 ''Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir, istri Nuh, dan istri Luth.  Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikitpun dari siksa Allah..."
[ QS 66: 10 ]

🍂 Pada yang dibersamakan dengan orang shalih sekalipun, belum tentu menjanjikan jaminan iman dn hidayah.

🍂 Istri Nuh dan Istri Luth, dua perempuan yang tertarbiyah langsung oleh nabi, terdidik langsung oleh utusan yang mulia, namun mereka celaka, masuk ke dalam neraka, bersebab memilih jalan ingkar, mendustakan Allah dan utusanNya.

🍂 Pada mulanya, mereka (kedua perempuan itu) berada di bawah pengawasan Nabi Nuh dan Luth (menjadi istri yang menaati suami). Namun di tengah bahtera mereka membangkang, tidak menaati perintah Allah maupun ajakan RasulNya menuju iman.

🍂 Maka ukhty fillah yang di sayang Allâh, siapapun anda, meskipun bersuamikan orang yang mulia di sisiNya, orang yang shalih dan lurus agamanya, namun segala pilihan tertanggung sendiri, dan ada konsekuensinya. Sebagaimana istri Luth dan Nuh, memilih mengingkari Tuhan nya, mereka sendiri yang harus menanggungnya, tak ada yang dapat menjamin dan menolong nya di akhirat kelak, bahkan suami mereka yang shalih sekalipun. Kemudian Allah berkata kepada mereka,
====================
"... Masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)"
[ QS 66: 10 ]
====================

🌟 "Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri fir'aun,..."
[ QS 66: 11 ]

🍂 Hatta sebaliknya, pada yang dibersamakan dengan orang ingkar sekalipun, belum tentu membahayakan iman, apalagi membuahkan kehinaan ataupun kekafiran.

🍂 Allah juga membuat perumpamaan, perempuan bersuamikan lelaki paling ingkar pada zamannya, mengaku tuhan dengan segala kekuasan yang dimiliki nya. Perempuan itu adalah Asiah, dan lelaki itu adalah Fir'aun, sang raja yang berhasrat di sembah oleh rakyatnya.

🍂 Asiah terbelenggu oleh suami yang secara terang-terangan menentang Allah dan dan juga bersifat angkuh, namun karena keimanannya yang teguh, ke semuanya itu tak menjadikannya mengeluh, apalagi ikutan kafir dan angkuh. Dengan penuh harap, diapun menghaturkan hajat,
====================
"... ''Ya Tuhanku, bangunkanlah untuk ku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatanNya, dan selamatkanlah aku dari orang-orang zalim."
[ QS 66: 11 ]
====================

🍂 Allah kabulkan doa Asiah bersebab kesabaran dan keteguhan iman yang dimilikinya, Fir'aun menerima balasan atas kekufurannya, Allah menghinakan kematiannya di tengah samudra dan menjadikannya penghuni neraka selama lamanya. Sedang Asiah, menempati bangunan rumah yang indah di surga, menjadi mulia di sisiNya.

🍂 Ukhty fillah, Perumpamaan ini, tentu bukan pembenaran untuk membangun rumah tangga beda agama, apalagi beda visi dalam mengarungi bahtera. Karena waktu itu memang belum ada syariat yang mengaturnya. Lebih utama untuk senantiasa memperbaiki diri seterusnya, hingga Allah hadirkan pasangan hidup terbaik untuk kita.

====================

🌟 "dan Maryam putri Imran, memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari ruh (ciptaan) Kami, dan Dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitabnya dan ia termasuk orang yang taat.''
[ QS 66: 12 ]

🍂 Dan Allah, Dzat Yang Maha Agung lagi Maha berkehendak pun, mengakhirkan firmanNya pada QS At Tahrim ini, dengan kisah seorang wanita mulia dari keturunan yang shalih dan dekat dengan Tuhan nya. Dialah Maryam binti Imran.

🍂 Maryam yang tertakdirkan sendiri, dia memilih berkarib mesra dengan Tuhan nya sehari hari, menjaga harga diri, dan mendapatkan kelimpahan rejeki dari Rabbul Izzati.

🍂 Maka Maryam, mulia bukan sekedar karena keperawanannya, namun bagaimana Maryam senantiasa menjaga kehormatannya, mengagungkan TuhanNya, membaca dan membenarkan
Kitab-kitabNya. Dalam kesendirian nya tanpa pasangan, tak menyebabkan Maryam terhalang menuju kemuliaan.

🍂 Dan ujian, seringkali datang pada titik yang paling di jaga. Maka pada diri Maryam, tidak terjaminkan hidup lurus tanpa ujian. Dalam dirinya, tertanam janin tanpa pasangan. Berkurangkah kemuliaan? Tidak. Ia pun memilih tunduk pada ketetapan Tuhan, hingga terlahir manusia mulia penerus risalah dakwah, Isa Alaihi Salam.

🍂 Duhai wanita yang dirindukan surga, jalan manakah yang sedang Tuhan pilihkan kepadamu? Sudahkah antum seperti Maryam yang senantiasa melembutkan hati dengan dzikrullah dan menyelami setiap ayatNya yang mulia, menjadi hamba yang taat kepadaNya? Sembari mempersiapkan diri menanti sang pameran menjemput ke pelaminan nanti. Ataukah seperti Asiah yang bersabar sabar panjang ketika dibersamakan dengan pasangan yang jauh dari nuansa keimanan. Ataukah seperti Fatimah dan Ali yang terjaga cinta nya hingga tiba saatnya nanti.

🍂 Bersama orang mulia belum tentu menjanjikan iman dan hidayah. Bersama orang kafir, belum tentu menyebabkan kefuturan lagi kekufuran iman. Cukuplah Asiah menjadi guru kesabaran kita dalam kesabaran iman, cukuplah Maryam menjadi teladan kita saat tertakdir sendiri tanpa pasangan. Semoga jalan cinta Fatimah Allâh pilihkan, kepadamu para wanita mulia yang senantiasa memantaskan diri di hadapan Tuhan.

====================

Disarikan dari tadabbur QS At Tahrim : 10 - 12 bersama Ust Nashir Harits dengan  beberapa penyesuaian sastra.

====================
@Aleikhwan01
Tim Tatsqif Mlati
Oleh Ale Ikhwan Jumali

You Might Also Like

0 komentar